BBPPMPV PERTANIAN KEMBALI GELAR RAKOR LINK AND MATCH DENGAN DUDI

Bandung, BBPPMPV Pertanian—Jum’at (05/03/2021) Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Link and Match bersama DUDI bidang Agroindustri. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah tersusunnya keselarasan program antara BBPPMPV Pertanian dengan DUDI bidang Agroindustri, berlangsung 4 s.d. 6 Maret 2021 di Hotel Aston Bandung.

Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala BBPPMPV Pertanian Dr. Ir. R. Ruli Basuni, MP., sekaligus memberikan pengarahan. Dalam arahannya Kepala Balai menyampaikan “….tantangan utama bagi tenaga kerja Indonesia adalah ketidaksesuaian keterampilan siswa kejuruan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha, untuk itu program link and match sangat membantu sehingga lulusan SMK bisa bekerja, berwirausaha sesuai dengan yang dibutuhkan industri dan dunia usaha, sehingga mereka mempunyai kecakapan hidup”, katanya.

“BBPPMPV Pertanian terus  meningkatkan program kerja sama dengan dunia industri sehingga pelaksanaan pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian sesuai dengan kebutuhan industri, dengan penyelarasan ini akan tercapai standar sesuai kebutuhan industri’, jelas Kepala Balai.

“Lebih lanjut Kepala Balai mengatakan, “dengan sinergi yang diciptakan antara BBPPMPV Pertanian dengan DUDI, diharapkan program BBPPMPV Pertanian kedepan memberikan manfaat yang nyata untuk SMK Pertanian. Sehingga, hal ini juga memberikan kemudahan bagi BBPPMPV Pertanian untuk mengimplementasikan keahlian dan kompetensinya dalam pelaksanaan diklat yang selaras dengan DUDI Bidang Agroindustri”, pungkasnya.

Salah satu perwakilan DUDI, Trisila Juwantara (Direktur PT. Yuasa Food Berkah Makmur), dalam paparannya  menyampaikan “…bahwa link and match merupakan sebuah keniscayaan yang harus terus diperjuangkan oleh semua pihak, lembaga pendidikan sebagai penyedia SDM, industri dan dunia usaha sebagai user pamakai jasa SDM dan lembaga seperti BBPPMPV Pertanian sebagai regulator pemerintah untuk terus menyamakan persepsi dan program kerja bersama, mengingat perubahan perubahan yang sangat cepat, sehingga terus bisa menyesuaikan sesuai kemajuan zaman, akan kebutuhan SDM yang diperlukan oleh Dunia Usaha”, katanya.

Lebih lanjut Trisila  mengatakan “Pengembangan pendidikan vokasi dengan kompetensi unggul di bidang masing-masing dimaksud di atas tidak sebatas pada anak didik tetapi juga pengembangan kompetensi kepada para guru pendidiknya, dan terlebih lagi keterlibatan para palaku di dunia usaha dan dunia industri untuk turut aktif memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan melalui lembaga usahanya, ataupun tenaga ahlinya guna memberikan wawasan bahwa dunia bisnis sangat cepat perubahannya. Melebihi kecepatan perubahan regulasi, kurikulum di dunia pendidikan. Untuk itu penting sekali melibatkan pelaku usaha dalam merumuskan kurikulum pembelajaran yang menghasilkan SDM yang kompeten sesuai yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Pembekalan kpd para guru dan siswa kompetensi harus mengacu pada outcome dimana semua berhubungan dengan “Sense of Business” agar bisa ber kelanjutan” jelasnya.

“Link and Match pada tataran teknis, antara lain:

  1. Kerjasama penyelarasan kurikulum pendidikan SMK dan sekolah vokasi;
  2. Kerjasama magang Guru/PK Siswa di industri;
  3. Pembelajaran oleh Guru terbang atau guru tamu dari dunia industry;
  4. Kerjasama teaching factory bertempat di industri maupun di sekolah atau Balai Besar;
  5. Penyerapaan tenaga kerja”, kata Trisila.

Direktur PT. Yuasa Food Berkah Makmur, Trisila Juwantara (berkemeja biru dongker) saat menjadi narasumber didampingi Widyaiswara BBPPMPV Pertanian (Suprijadi)

 

Bandung, 05 Maret 2021

Penulis berita              :    Maman Suratman, SP.

Editor/Verifikator       :    Husni Tamrin, SP.,M.Ed. dan Sujadi

Penanggung jawab     :    Dr. Iip Ichsanudin, S.S.,M.A.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Nungky fitri

Leave a Comment

2 × four =