PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU VOKASI KERJASAMA BBPPMPV PERTANIAN DENGAN PEMERINTAH BELANDA

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Saryadi, ST.,MBA saat membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi Kerjasama BBPPMPV Pertanian dengan Pemerintah Belanda secara virtual, (07/02/2022), Foto: MS

Cianjur, BBPPMPV Pertanian—Dalam upaya mendukung peningkatan dan pemerataan kompetensi guru kejuruan SMK bidang pertanian, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian bekerjasama dengan pemerintah Belanda melalui Orange Knowledge Program (OKP) dan Tailor-Made Training (TMT) tahun 2022 menyelenggarakan pelatihan peningkatkan kompetensi guru kejuruan SMK bidang pertanian sesuai dengan standar Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Pelatihan peningkatkan kompetensi guru vokasi/kejuruan SMK bidang pertanian terdiri dari guru bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas, dan Teknologi Hasil Pertanian, berlangsung tanggal 7 s.d. 15 Februari 2022 di BBPPMPV Pertanian, Jalan Raya Jangari KM. 14, Sukajadi, Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat.

Kegiatan pelatihan terbagi kedalam 2 angkatan, angkatan ke-1 tanggal 7 s.d. 15 Februari 2022 sebanyak 44 orang peserta, dan angkatan ke-2 tanggal 14 s.d. 19 Februari 2022 sebanyak 39 orang peserta.

Tujuan pelatihan peningkatan kompetensi guru vokasi bidang pertanian adalah untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan profesional pada bidang Agribisnis Tanaman Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas, dan Teknologi Hasil Pertanian.

Pelatihan peningkatkan kompetensi guru vokasi/kejuruan SMK bidang pertanian dihadiri oleh Plt. Kepala BBPPMPV Pertanian Supriyono, M.Si., Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras Dudi) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Saryadi, ST.,MBA, dan perwakilan Nuffic Neso Indonesia Nanya Burki secara virtual.

Plt. Kepala BBPPMPV Pertanian Supriyono, M.Si. dalam paparan kebijakan BBPPMPV Pertanian mengatakan, “…terkait dengan program-program pemerintah khususnya Ditjen Diksi yang diberikan kepada seluruh balai yang harus dicapai oleh masing-masing balai tentu saja beberapa hal yang tidak asing lagi terkait link and macth 8 + i ”, tuturnya.

Lebih lanjut Supriyono mengatakan, “…hasil dari peningkatan kompetensi oleh guru-guru dan narasumber dan sharing dari industri dan perguruan tinggi serta widyaiswara tentang pertanian, bagaimana kita bisa membuat suatu project base learning dari hasil setiap pelatihan,  dan project base learning bukan hanya sekedar project base learning tetapi juga merupakan teaching factory bagaimana nanti ada pengimbasan dari guru-guru kita ke siswa kita ke anak-anak SMK kita, pungkasnya.

Plt. Kepala BBPPMPV Pertanian Supriyono, M.Si. saat memberikan sambutan pada Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Vokasi Kerjasama BBPPMPV Pertanian dengan Pemerintah Belanda secara virtual, (07/02/2022), Foto: MS

Sementara itu Direktur Mitras Dudi Saryadi, ST.,MBA, dalam sambutannya mengatakan, “…apresiasi dan terimakasih atas kolaborasi yang sangat baik terjalin antara BBPPMPV Pertanian dengan dengan seluruh anggota konsorsium dan tentunya bersama-sama Nuffic Neso dalam mengimplementasikan program TMT+ yang tentunya tak lepas dari sekenario besar untuk melakukan revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan yang bertujuan untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan khususnya sekolah kejuruan”, katanya.

Lebih lanjut Saryadi menegaskan, “…kerjasama kolaborasi yang terjalin dengan sangat baik ini diharapkan bisa dipertahankan juga ditingkatkan untuk mensukseskan program-program yang telah ditetapkan sebagai bagian dari kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi”, tuturnya.

“…Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah menerapkan kebijakan agar SMK selalu responsip terhadap perubahan, dimana melalui kebijakan merdeka belajar, perubahan-perubahan diarahkan untuk merespon perubahan dari sisi ekosistem, tuntutan kebutuhan kompetensi dari para pendidik kemudian tuntutan perubahan pedagogik, perubahan kurikulum, maupun perubahan sistem penilaian di Sekolah Menengah Kejuruan”, tuturnya.

“…tentunya untuk mewujudkan responsip terhadap perubahan-perubahan itu dibutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, salah satu pilar dalam bagaimana menghadapi perubahan ini adalah menyehatkan SDM vokasi dalam hal ini pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Menengah Kejuruan yang mereka siap untuk berubah mengupdate kompetensi membekali diri dengan kompetensi terkini yang ada di dunia kerja agar mereka mampu menghantarkan anak-anak peserta didik dalam menghadapi perubahan”, pungkasnya.

Dr.-Ing.Dase Hunaefi Koordinator pihak Indonesia program kerjasama dengan pemerintah Belanda saat di wawancara di sela-sela pembukaan kegiatan pelatihan, (07/02/2022), Foto: MS

Koordinator pihak Indonesia program kerjasama pemerintah Belanda dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Dase Hunaefi, dalam keterangannya mengatakan, “… program training ini didanai Nuffic Neso pemerintah Belanda bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, dan BBPPMPV Pertanian bekerjasama dengan IPB mengadakan program Orange Knowledge Program (OKP) ready for work dan Tailor-Made Training (TMT+)”, tuturnya.

Lebih lanjut Dase Hunaefi menjelaskan, bahwa program ini dilaksanakan untuk memajukan SMK khususnya bidang pertanian, ada tiga fokus utama yaitu Agribisnis Tanaman Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas, dan Teknologi Hasil Pertanian, program tersebut tentunya mendukung untuk seluruh SMK menjadi pusat keunggulan, dan nantinya akan menular ke SMK-SMK lainnya agar bisa melaksanakan kurikulum yang terbaru terutama kurikulum yang linked dengan industri dan bisa menjadi pusat keunggulan”, katanya.

Latar belakang dari kerjasama ini tentunya karena ingin mengaktivasi kembali bahwa SMK tersebut sangat bergengsi dan bisa untuk membangun menjadi kontributor pembangunan Indonesia, karena memang Indonesia adalah negri agraris, pungkasnya.   

Cianjur, 10 Februari 2022
Penulis berita           :    Maman Suratman, SP.
Editor/Verifikator    :    Husni Tamrin, SP.,M.Ed. dan Sujadi
Penanggung jawab   :    Dr. Iip Ichsanudin, S.S.,M.A.
Sumber/referensi     :    Panduan diklat dan wawancara


Was This Post Helpful:

1 votes, 5 avg. rating

Share:

Nungky fitri

Leave a Comment

1 + 9 =