BBPPMPV Pertanian Luncurkan Program Pengembangan Teaching Factory (TeFa) Bagi SMK Pertanian Non Pusat Keunggulan (Non PK)

Dari kiri ke kanan: Kepala SMK Negeri 1 Pasirkuda (Yuli Triana, M.Pd.), Kepala BBPPMPV Pertanian (Dr. Ir. R. Basuni, M.P.), Kepala SMK Negeri 1 Pagelaran  (Sudirman, S.Pd., M.Si.), dan Kepala SMK Negeri 1 Tanggeung (Drs. Yadi Setiady, M.M.) saat Pelaksanaan Survey Teaching Factory (05/10/2021) Foto: MS

Cianjur, BBPPMPV Pertanian—Sebagai tindaklanjut dari implementasi program link and match Pendidikan vokasi melalui aktifitas VEDCA Sapa SMK menuju SMK membangun Desa, BBPPMPV Pertanian melakukan langkah kolaborasi aktif secara langsung dengan beberapa SMK di wilayah Kabupaten Cianjur.

Beberapa proyeksi pengembangan sudah dicanangkan bersama, diantaranya adalah melalui pengembangan Teaching Factory. Dimana hal tersebut menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan standar dan pemahaman Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Nilai kreatifitas mendorong lahirnya inovasi bersama antara para pendidik dan tenaga kependidikan dengan para peserta didik. Teaching Factory juga membantu menumbuhkembangkan nilai kemandirian dan nalar kritis siswa melalui proses pembelajaran learning by doing.

Pelaksanaan kegiatan Teaching Factory yang dikelola oleh BBPPMPV Pertanian di SMK Pertanian Non Pusat Keunggulan (PK) dalam pengembangan bidang keahlian Agribisnis dan Agriteknologi serta Teknologi dan Rekayasa yang meliputi:

  • Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
  • Agribisnis Tanaman Perkebunan
  • Agribisnis Peternakan
  • Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
  • Agribisnis Perikanan

Salah satu kegiatan teknis yang dilakukan adalah survey, yaitu proses sosialisasi program, pengarahan pengajuan pengembangan Teaching Factory dalam bentuk proposal pada beberapa SMK Bidang Pertanian Non Pusat Keunggulan di wilayah Kabupaten Cianjur. Pelaksanaan survey telah dilakukan secara serentak oleh petugas yang ditunjuk pimpinan lembaga pada tanggal 4 s.d. 6 Oktober 2021

Pengisian Form Survey oleh Team Teaching Factory SMK yang dipandu oleh petugas survey (05/10/2021) Foto: MS

SMK yang telah di survey dan direkomendasikan oleh petugas untuk melaksanakan pengembangan Teaching Factory harus mengajukan proposal sesuai dengan potensi atau keunggulan yang dimiliki SMK, dengan mempertimbangkan kemitraan yang sudah dilakukan dengan DUDIKA.

Melalui pengembangan Teaching Factory diharapkan dapat menciptakan pendidik/peserta diklat di BBPPMPV Pertanian yang memiliki kompetensi keterampilan atau keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja, sehingga kompetensi keterampilan atau keahlian yang diberikan ke peserta didik dapat meningkatkan kualitas keterampilan atau keahlian.

Pada kesempatan survey di SMK Negeri 1 di Tanggeung, SMK Negeri 1 Pagelaran, dan SMK Negeri 1 Pasirkuda, Kepala BBPPMPV Pertanian memberikan arahan, “Program Teaching Factory (Tefa) diberikan kepada SMK Non PK, bertujuan untuk mendorong agar SMK yang diberikan bantuan bisa berkembang dan maju mengembangkan Unit Produksi/Teaching Factory yang sudah ada dan mengembangkan unit produksi lainnya”, ungkapnya.

Foto bersama Kepala BBPPMPV Pertanian dengan Kepala SMK Negeri 1 Pasirkuda, Kepala SMK Negeri 1 Pagelaran dan
Kepala SMK Negeri 1 Tanggeung saat Survey Teaching Factory (05/10/2021) Foto: MS

Cianjur, 11 Oktober 2021
Penulis berita           :    Maman Suratman, SP.   
Editor/Verifikator     :    Husni Tamrin, SP.,M.Ed. dan Sujadi   
Penanggung jawab   :    Dr. Iip Ichsanudin, S.S.,M.A.   
Sumber referensi      :    1. Pedoman Teaching Factory 
                                    2. Program pengembangan Teaching Factory untuk Disdik Jabar    


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Restu Aulia

Leave a Comment

19 + nineteen =